PENGERTIAN
DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari
satu pihak kepada pihak lain. Komunikasi sangat penting karena
melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak
pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara
langsung maupun tidak langsung, dan karena melalui komunikasi
seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi
dari lingkungan di sekitarnya.
JENIS
DAN PROSES KOMUNIKASI
Jenis
- jenis komunikasi ada 2, yaitu :
-
Komunikasi
Lisan
Komunikasi
lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang
atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada
jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Komunikasi lisan ini
terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog,
pada saat wawancara, rapat, berpidato.
komunikasi
lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan
perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya
karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
-
Komunikasi
Tulisan
Komunikasi
tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan
tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa
yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi
tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain
sebagainya.
Komunikasi
tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi
untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap
seperti surat kabar, majalah, buku-buku. dan foto pun dapat
menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata.
Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
-
Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
-
Pesan
(message)
itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik
secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung
melalui telepon, surat, E-mail, atau media lainnya.
KOMUNIKASI
EFEKTIF
Komunikasi
efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap
(attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses
komunikasi. Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah
memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara
pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang
digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat
dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau
komunikan. Tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman
informasi dan umpan balik atau feedback dapat seimbang sehingga tidak
terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih
penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Menurut
Mc. Crosky Larson dan Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif
dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling
tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap
komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator
dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.
Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan
dimana :
1.
Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang
dimaksud oleh
pengirimnya.
2.
Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima
dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
3.
Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya
dilakukan untuk
menindaklanjuti pesan yang dikirim.
IMPLIKASI
MANAJERIAL KOMUNIKASI
Implikasi
Komunikasi dalam proses manajerial perusahaan sangat terasa
manfaatnya. Karena dengan adanya komunikasi, proses manajerial
perusahaan dapat berlangsung dengan baik. Para atasan dapat dengan
mudah memberikan instruksi kepada bawahannya sehingga timbul proses
timbal balik yang melibatkan aktivitas perusahaan dan sesama bawahan
dapat saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk mengerjakan
instruksi dari atasan tersebut. Jika tidak ada komunikasi antara
atasan dan bawahan ataupun bawahan ke sesama bawahan, maka proses
manajerial perusahaan dapat terganggu bahkan bisa membuat perusahaan
berhenti berjalan.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar